Balikpapan – Semua orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Hal itu merupakan salah satu bentuk pendewasaan terhadap orang yang menjalani kehidupan di dunia. Bagi muslim masalah adalah bagian dari ibadah. Selama dia menjadikan masalah itu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan bukan malah menjauh. Namun tentu ada saja orang yang berusaha lari dari masalah. Sayangnya jalan keluarnya bukan agama tapi malah ke jalur yang merusak dirinya.

Pimpinan pondok pesantren al Mujahidin, KH. Mas’ud Asyhadi mengatakan hidup ini tidak pernah terlepas dengan yang namanya masalah. Tapi seorang muslim tidak pernah lari dari masalah. Karena dia punya orientasi hidup yang jelas. Di mana seorang muslim tentu tujuan hidupnya adalah akhirat. Adapun kehidupan dunia merupakan tempat berbekal untuk menuju ke kehidupan sesungguhnya.

“Bagi seorang muslim dalam hidupnya dia selalu melakukan perbuatan baik untuk bekalnya di akhirat. Jadi dalam Islam ini ada kehidupan dunia dan akhirat. Orang muslim tentu paham bahwa dunia ini adalah tempat menanam untuk nanti di akhirat,” ujarnya saat memberi tausiyah kepada santri.

Untuk itu, lanjut pria yang akrab disapa ustadz Mas’ud ini, mengingatkan tentang batasan hidup di dunia. Orang muslim yang masih hidup perlu sadar bahwa ada yang namanya mati. Artinya hidup ini terbatas oleh kematian. Kemudian ada lagi hidup sesudah mati. Itu akan dirasakan oleh semua orang yang pernah hidup. Baik yang muslim atau di luar Islam sekalipun.

“Faktanya kita semua akan meninggalkan dunia ini. Tidak ada yang sanggup membantah. Tapi memang ada saja orang yang tidak puas dengan kehidupan dunia ini. Bagi muslim kepuasan dan ketenangan abadi itu di akhirat. Jadi ajaran Islam ini akan membawa kenikmatan bagi pelakunya,” tuturnya lagi.

Menurut ustadz Mas’ud, inti dari orang muslim ada pada pola pikirnya terhadap agamanya sendiri. Apalagi ada di antara muslim yang sampai tidak paham terhadap agama yang sudah dianutnya sedari lahir. Akhirnya dia juga tidak memahami apa arti hidup dan bagaimana menjalaninya sesuai ajaran Islam. Ini fakta yang terjadi di tubuh mayoritas umat Islam jaman sekarang.

“Memang ada saja orang yang tidak paham agama. Tidak paham apa arti hidup ini. Padahal kalau kita lihat diri ini ada jasad dan roh. Dua sisi ini saling menopang selama kita hidup. Jasad tanpa roh atau roh tanpa jasad tentu tidak ada nilainya. Keduanya harus mendapatkan porsi yang seimbang,” jelasnya.

Ustadz Mas’ud juga menegaskan pentingnya menyeimbangkan roh dan jasad yang menjadi titipan Allah. Kedua hal ini memerlukan makanan yang baik agar terus kuat menjalani hidup. Roh perlu asupan ilmu agama agar hati, pikiran dan emosinya tidak menentang Allah. Dan jasad perlu makan untuk menguatkan tubuh menjalankan ibadah sesuai perintah Allah.

Beliau mengingatkan kepada para santri dan kaum muslimin pada umumnya untuk selalu mengamalkan doa agar dapat kebaikan di dunia dan akhirat. Mengingat hidup di dunia ini tentu berhadapan dengan bermacam masalah yang bisa mengalihkan dari ibadah. Sementara di akhirat tentu kita tidak bisa lagi beribadah dan harus bertanggung jawab terhadap prilaku selama hidup di dunia.

“Jangan dikira orang yang bergelimang harta dan tinggi jabatan bahagia hidupnya. Mungkin dalam penampilannya senyumnya lebar seperti bahagia. Belum tentu di dalam hatinya. Jadi jasad perlu makan roh juga perlu makan. Roh makannya lewat ilmu agama. Itu yang jadi benteng saat ada masalah hidup,” tambahnya. (*/man)

Leave a Reply

Your email address will not be published.