Saturday, October 20, 2018

Fitkha Maylana Rahayu, S. S, Relawan Muhammadiyah Kaltim sedang mengajar siswa kelas 6 

Dusun Karia, Lombok Timur -Semenjak terjadinya gempa yang menimpa Lombok timur 2 bulan yang lalu, Sekolah Dasar Islam Al Amanah NW yang terletak di Dusun Karia, Desa Sajang Kecamatan sembalun Lombok Timur mengalami kelumpuhan. Sekolah dasar yang memiliki sekitar 70 siswa tersebut sudah berdiri sejak tahun 2003. Sekolah darurat berdiri atas dasar keprihatinan salah satu tokoh masyarakat yang melihat terlalu banyak sarjana di Dusun Karia yang tidak tersalurkan keilmuan dan kemampuannya. Setelah proses yang cukup panjang, sekolah tersebut dapat berdiri dan beroperasi atas dasar swadaya masyarakat setempat. Hingga saat ini, sekolah diampu oleh 13 Guru dari berbagai bidang kelimuan.

 “Kelas, Papan tulis, Atk dan Peralatan Sekolah lainnya hancur akibat ketimpa bangunan. Ditambah lagi dengan traumatis yang mendalam pada Para guru dan Siswa, mengharuskan ketidakaktifan proses belajar mengajar hingga kurang lebih 1 bulan.” Tutur Amaq Syihabudin, Tokoh masyarakat Dusun Karia.

“Sebelum terjadi gempa, ada Mahasiswa KKN dari UMY jogjakarta yang di tempatkan di dusun ini. Kemudian ditengah perjalanan pengabdian mereka, terjadilah gempa itu yang berpusat disekitar sekitar dusun karia. Dengan sigap mahasiswa KKN membantu warga dengan membuat posko penanggulangan bencana yang bertempat di salahsatu rumah warga. Setelah mahasiswa ditarik, diluar dugaan posko tersebul dilanjutkan oleh MDMC. Sempat menjadi pertanyaan dikalangan warga, dari manakah MDMC? Kug begitu cepat merespon bencana yang terjadi? Dan dengan berjalannya waktu akhirnya warga mengetahui kalau MDMC merupakan bagian dari lembaga kebencanaan Muhammadiyah. Kami masyarakat sangat berterimakasih kepada relawan muhammadiyah atas seluruh bantuan. Karena sangat diluar dari harapan kami, yang harusnya pemerintah lokal yang langsung turun tangan, tetapi teman-teman muhammadiyah yang cepat merespon, yang bahkan datang dari luar daerah bahkan juga dari luar pulau. Di saat relawan sudah banyak menarik diri dari tugas mereka, ternyata Muhammadiyah secara silih berganti mengirimkan relawannya. Jadi kami sangat-sangat berterima kasih. saat ini Alhamdulillah sudah sekitar 1 bulan sekolah mulai aktif. meski demikian, proses belajar mengajar dilangsungkan di tenda darurat yang dibuat oleh Relawan Muhammadiyah. guru-guru yang hadirpun juga terjadwal bergantian, karena kondisi mereka belum stabil. dan untuk saat ini proses belajar mengajar banyak dibantu oleh relawan Muhammadiyah. Biasanya mulai masuk kelas pukul 7.30 Wita. diawali membaca surat yasin, surat-surat pendek dan berdoa. Kemudian mulai kegiatan belajar sampai sekitar jam 10.00 wita. Karena memang kondisinya masih dalam proses pemulihan.” Tambah beliau menjelaskan.

 "Saya salut sama anak-anak SDI Al-Amanah, walaupun sekolah mereka hanya di tenda sekolah darurat, dengan kondisi yg kurang kondusif seperti banyak debu tapi mereka tetap hadir setiap hari, datang tepat waktu, dan semangat belajar mereka luar biasa. Misalanya, walaupun beberapa dari mereka memiliki kemampuan berhitung, membaca dan menulis yg kurang, tapi mereka memiliki kemamuan untuk belajar, contoh simplenya saja dengan tidak malu bertanya. ” Tutur Dzati Yumni Shafwati, Relawan Muhammadiyah Kaltim.

“Kemampuan baca, tulis dan berhitung siswa masih minim. Menurut bu hidayah salah satu Guru SDI Al Amanah, hal tersebut salah satunya disebabkan karena kurangnya perhatian dan bimbingan orang tua dirumah. Kebanyakan orang tua siswa sibuk bekerja, sehingga tidak sempat mendampingi anak belajar, sehingga aktivitas belajar hanya terpusat saat waktu sekolah. Mungkin kedepannya, relawan harus menambah jam belajar berupa (bimbel) privat di kala sore hari, namun belajarnya dikemas secara ringan dan menyenangkan.” Tambah Rohadatul Aisy, Relawan Muhammadiyah Kaltim.

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Dalam kondisi apapun, harapan saya setiap anak bisa tetap belajar. Oleh karena itu, kami selaku relawan hadir di sini untuk membantu mewujudkan hal tersebut” tambah Pak Solihin, S. Si, selaku Relawan Muhammadiyah Kaltim.

 Suasana Belajar di kelas 4

 

Kondisi kelas yang hancur akibat gempa

 

Pengadaan tenda darurat untuk Paud

 

Solihin, S. Si, Relawan Muhammadiyah Kaltim sedang asik mengajar Paud


 Tim Psikososial Relawan Muhammadiyah Kaltim saat Berbincang dengan salahsatu warga

Dusun Karia, Lombok Timur - Sore hari yang lalu (11/9/2018), Relawan Muhammadiyah Kalimantan Timur melakukan perbincangan ringan dengan beberapa warga di Dusun Karia, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun terkait dampak gempa yang terjadi selama kurang lebih 2 bulan terakhir. Beberapa warga mengatakan bahwa, bencana tersebut sangat berpengaruh terhadap perubahan aspek kehidupan dusun karia, yakni mencakup aspek psikis, sosial pendidikan dan ekonomi.

 

Dzati Yumni Syafwati, S. Psi selaku penanggung jawab Divisi Psikososial menjelaskan hasil perbincangannya bersama tim dengan masyarakat terkait dampak Gempa tersebut Pertama, bencana yang menimbulkan traumatis yang mendalam pada masyarakat, yakni gejala kecemasan yang di timbulkan seperti tidak tenang saat tidur di malam hari mulai mereda. Karena gempa susulan sering terjadi, sehingga membuat masyarakat mulai terbiasa. Ditambah lagi dengan adanya Program Psikososial dari Relawan MDMC, anak-anak sudah kembali riang dan bersemangat dalam bermain maupun belajar. Kedua, gempa bumi mengakibatkan runtuhnya berbagai bangunan fisik termasuk fasilitas pendidikan di daerah setempat. Gedung-gedung sekolah tak lagi memungkinkan untuk digunakan, sehingga media belajar mengajar harus dialihkan dalam sekolah darurat . selain itu, minimnya tenaga pengajar dan guru tidak hadir setiap hari sesuai jam kerja dan fasilitas yang kurang memadai pada sekolah darurat. Hal ini akhirnya mendorong para relawan untuk ikut serta aktif membantu mengajar dengan Program Sekolah Ceria. Ketiga, beberapa warga menyatakan dampak ekonomi dari gempa bumi adalah melumpuhkan salah satu sektor pertanian, juga Perdagangan. Pak Masayu salahsatunya, Pak masayu merupakan pedagang Bakso yang ternama di lendang Luar yang sudah memulai menjual bakso pada tahun 92 an.

“Semenjak Gempa Penjualan Bakso kamipun juga ikut menurun, yang biasanya per hari 15 sampai 20 kg daging, sekang hanya 4 sampai 5 kg saja. Toko-toko lainnya juga begitu mas, apalagi kalau malam hari banyak toko dan warung pada tutup, padahal biasanya buka.” Jelas beliau.

Beberapa penduduk juga menyampaikan bahwa untuk saat ini, kebutuhan yang penting yang harus didahulukan adalah memenuhi kebutuhan rohani, seperti dzikir rutin setiap setelah magrib dan tenaga pengajar TPA untuk mengaji atau juga bisa diadakan kajian-kajian islam agar masyarakat bisa mendapatkan pencerahan juga ketenangan hati. Kemudian yang tidak kalah penting juga adalah masalah air, toilet umum dan huntara untuk warga lansia juga warga yang memiliki anak bayi kecil.

“saat itu saya lagi nonton terus pas terjadi gempa saya teriak lari keluar, saya nangis ketakutan. Saya gak berani masuk sekolah karena takut gempa. Kira-kita satu bulan lebih kami tidak masuk sekolah. Sekolah kami juga runtuh. nah semenjak relawan MDMC ada, mereka yang selalu memberi motivasi, ngajak main, ngajak belajar, dan kami semua merasa senang dan kami juga sudah terbiasa dengan gempa susulan.” tutur Nensi anak berumur 9 tahun Kelas 4 SDI Karia saat bercerita tentang kejadian.

“kalau saya sih nggak mau lagi ada gempa, karena banyak rumah yang hancur. Kami juga tidak bisa belajar ke sekolah dengan baik seperti biasanya. Saat ini saya sudah mulai terbiasa kalau ada gempa.” Tambah Nita anak berumur 9 tahun kelas 4 SDI Karia.

“Sampai saat ini masih sering terjadi gempa susulan. Kadang subuh, kadang juga pagi tapi kecil, kadang juga sore dan malam. Karena kami sudah terbiasa, jadi tidak takut lagi” kata Rendi Martino Pradana anak berumur 12 tahun kelas 6 SDI Karia.


 Relawan Muhammadiyah Kaltim, Dusun Karia Desa Sajang Kecamatan Sembalun Lombok Timur (Kaki Gunung Rinjani)

Ahad (9/10/2018), Menindaklanjuti peristiwa gempa bumi yang menimpa masyarakat di Lombok, NTB. Pondok Pesantren Al Mujahidin Balikpapan bekerjasama dengan MDMC dan Lazismu daerah balikpapan yang tergabung dalam Relawan Muhammadiyah Kalimantan timur memberangkatkan 3 Orang Guru sebagai Relawan bersama dengan 13 Relawan lainnya. 3 Guru tersebut adalah Ust. Rahiman Albanjari, Ust. Akhmad Luqman Hakim dan Ust. Solihin.

Relawan Muhammadiyah Kalimantan Timur yang dikoordinir oleh PWPM (Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah) yang dalam hal ini Machnun Uzni selaku Ketua PWPM menyampaikan, “hari ini kami melepas Relawan kemanusiaan dari Kalimantan timur yang akan bertugas di Lombok, sekitar 16 personel kami berangkatkan dengan latar belakang kesehatan, psikososial dan tenaga serbaguna. kita berharap kepada teman-teman yang nantinya bergabung di tahap kedua untuk menyiapkan diri dan kita berharap bahwa ini adalah gerakan kemanusiaan untuk saudara kita yang sedang tertimpa bencana gempa, yang mana mereka adalah saudara kita setanah air, yang tentunya menanti uluran dan semangat motivasi, kunjungan, silaturahmi dan terbangkitnya motivasi untuk melanjutkan kehidupan”.

Relawan Muhammadiyah Kalimantan Timur yang berjumlah 16 orang tersebut antaralain: Machnun Uzni, Tamam Habibi, Eko Deddy Novianto, Alias Chandra, Rahiman Albanjari, Akhmad Luqman Hakim, Solihin, Rikka Rusfa Rakhmawaty, Fitkha Maylana Rahayu, Dzati Yumni Shafwati, Rohadatul Aisy, Ashifa Quamila, Iwan Sulistia, Muhammad Habibi, M. Nurdiansyah dan Sarwono. 16 relawan tersebut berasal dari Kota Samarinda, Balikpapan dan Penajam Paser Utara.

 “Alhamdulillah setelah perjalanan panjang kami sampai di bandara, kemudian dijemput oleh keluarga ust. Syukrillah, kami dijamu makan bersama sebelum melanjutkan perjalanan menuju gedung dakwah PWM NTB, yang mejadi Pusat Koordinator Relawan Muhammadiyah untuk bencana Lombok. Kami bersama rombongan tiba di gedung dakwah PWM sebelum maghrib, setelah menunaikan sholat dan makan malam kami mengikuti Breafing bersama MDMC Pusat kerkait penugasan relawan. dan Akhirnya kami tim relawan dari Balikpapan mendapat amanah untuk bertugas di Dusun Karia Desa Sajang Kecamatan Sembalun Lombok Timur yang berada tepat di bawah kaki gunung Rinjani. Kami ditugaskan khusus pada bidang psikososial, Motivasi, Pendampingan masyarakat dan membantu apapaun yang bisa kami bantu menggantikan tim relawan dari UMM yang telah bertugas sebelumnya.” tutur Rahiman saat bercerita kepada Tim Media Mujahidin.

 Fun Game bersama anak-anak Dusun Karia


salahsatu peserta lomba makan pedas

Pekan ini, Pimpinan ranting IPM SMA Muhammadiyah 2 Al Mujahidin kembali menyelenggarakan berbagai macam perlombaan yang unik dan menarik dalam rangka memperingati HUT RI ke-73. Kompetisi yang meriah ini didesain dengan nama yang cukup unik, yaitu GLORA HASDA COMPETITION (glory of Indonesia and high of Smamda competition). Kompetisi ini diselenggarakan sejak jumat hingga minggu (17-19/8/2018) di kampus SMA Muhammadiyah 2 Al Mujahidin.

Kompetisi ini menyajikan lomba-lomba yang menarik antara lain: the super power atau tarik tambang, puisi membara, lot race karung, Water boom atau volly air, smalling ball atau bola kerucut dan lain-lain, yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi tanpa terkecuali, dari kelas X hingga XII yang terbagi menjadi 14 kelas.

"perlombaan ini bukan hanya bertujuan untuk memperingati HUT RI yang ke-73, akan tetapi untuk membuka kekreativitas Kalian dalam bekerja sama agar tercipta generasi yang sportif dan kreatif " jelas Badrani Abbas selaku ketua panitia.

Ahmad Baiduri selaku ketua umum IPM priode 18/19 juga memberikan harapannya kepada siswa-siswi " di era modern ini kita jangan sampai melupakan hal-hal yang bersifat tradisional, seperti mengadakan perlombaan menarik seperti ini. Karena wujud nasionalisme bukan hanya dilihat dari seberapa luasnya pengetahuan tentang Indonesia, akan tetapi membangkitkan semangat nasionalime melalui perlombaan juga merupakan salah satu wujud nasionalisme kita" tuturnya.

Para siswa-siswipun Sangat menikmati kegembiraan ketika berlangsungnya kegiatan tersebut.

" saya sangat gembira ketika menjadi peserta lomba-lomba menarik ini. Ternyata lomba-lomba dari Ipm tak kalah menarik dari perlombaan yabg diadakan di luar. Saking gembiranya sampai lupa kalau besok sudah pulang " begitu kesan salah seorang siswi.


 salahsatu penampilan siswi pada acara puncak

“Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!”

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka” - Soekarno -

hari ini genap sudah 73 tahun bangsa kita merdeka. hari ini adalah hari kita bersama, sekali merdeka tetap merdeka. Hal inilah yang menjadi dasar semangat bagi pengurus IPM Ranting SMP Muhammadiyah 3 Al-Mujahidin Balikpapan untuk mengadakan acara perlombaan yang diberi nama Independent Day of Indonesia, yang akan berlangsung pada jum’at sampai ahad (17-19/8/2018) di kampus SMP Muhammadiyah 3 Al Mujahidin.

Acara ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi SMP Muhammadiyah 3 dan juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah IPM Balikpapan, Ipmawan Rizky Ananda Nashih.

 "Acara ini klasik dan seru. Saya jarang menemukan acara seperti ini. begitu menyentuh dan menginspirasi.” Ujar Ipmawan Rizky Ananda Nashih memberikan komentar setelah membuka acara dan menyaksikan penampilan-penampilan dari panitia.

Segenap Pimpinan Ranting SMP Muhammadiyah 3 juga berharap acara ini dapat membangkitkan semangat juang para generasi muda dan dapat mengingat jasa para pahlawan terdahulu.

"Acara ini sederhana tapi bermakna, karena mengingat jasa pahlawan yg memerdekakan serta menanamkan semangat juang pada para kader selanjutnya. Kedepannya kami juga berharap kepada pengurus IPM Ranting SMP Muhammadiyah 3 AL Mujahidin untuk bisa menyelenggarakan kegiatan yang serupa atau bahkan lebih baik daripada kegiatan ini" Jelas M.Irfan Fauzy selaku ketua panitia pada Tim Redaksi.


Kamar 7 Ali, Pemenang MPS CUP 2018. 

Balikpapan - Pekan ini, dalam rangka memeriahkan Peringatan HUT RI ke-73, Organisasi Putra Ponpes Al Mujahidin (OPPM) bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Santri (MPS) kembali menyelenggarakan MPS CUP yaitu lomba futsal antar kamar asrama putra Pondok Pesantren Al Mujahidin. Kegiatan ini diselenggarakan sejak selasa hingga sabtu (15-18/8), di lapangan futsal Pondok Pesantren Al Mujahidin.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri tanpa terkecuali, dari santri kelas  VII SMP sampai santri kelas XII SMA yang terbagi menjadi 71 kamar (Tim).

“Tujuan diselenggarakannya lomba ini agar meningkatkan jiwa sportivitas para santri dan menambah minat olahraga untuk para santri. Kegiatan ini juga untuk ikut meramaikan HUT RI ke-73. Para santri sangat senang dan antusias, bahkan masing-masing kamar mempunyai yel-yel yang bervariasi dalam mendukung dan memberikan semangat bagi yang bertanding”, jelas Wahyu Mahendra selaku Ketua Panitia MPS Cup 2018.

Ust. Saparianto selaku ketua MPS juga berharap kepada seluruh santri agar lebih termotivasi untuk berolahraga. “Kalau dalam istilah bahasa arab “حماسة” yang artinya semangat, santri harus semangat dalam berolah raga, karena masih banyak santri yang kurang minat dalam olahraga yang akhirnya membuat santri itu tidak memiliki banyak kegiatan sehingga slalu kangen sama orang tua”, tambah beliau.

Akmal Syahrandi selaku Ketua OPPM juga menyampaikan kalau yang dilihat dari kegiatan ini bukanlah seberapa besar hadiah yang akan didapatkan, tetapi seberapa besar usaha dan kerjasama tim yang mereka lakukan.


Balikpapan – Pekan lalu, Dewan Kerabat Kerja Kepanduan Hizbul Wathan Qobilah Mujahidin menyelenggarakan perkemahan. Kegiatan Perkemahan ini adalah Kemah Pengukuhan Tamu Pandu Hizbul Wathan Pondok Pesantren Al Mujahidin Balikpapan. Dilaksanakan pada Jum’at siang hingga Ahad siang, (10-12/8), di Waduk Manggar KM. 12 Balikpapan Utara.

Kemah dibuka langsung oleh Ketua KWARDA HW Balikpapan Ramanda Rimun, S. Pd. Dalam amanahnya, beliau berharap para santri baru itu dapat banyak belajar dan berlatih dalam Kepanduan Hizbul Wathan sehingga dapatlah menjadi kader yang terbaik seperti Jendral Sudirman, Pak Soeharto, Pak Amien Rais dan banyak lagi yang lainnya yang merupakan kader Hizbul Wathan.

Kegiatan kemah ini diikuti seluruh santri baru dari kelas VII SMP Muhammadiyah 3 Al Mujahidin dan kelas X SMA Muhammadiyah 2 Al Mujahidin.

“Tahun ini, total pesertanya 380 santri, selain pengenalan tentang Kepanduan, anak-anak juga akan disuguhkan dengan pengajian, pelatihan kepemimpinan, ada juga kegiatan tracking, outbound, tadabbur alam, pentas seni dan lain-lain.”, ungkap Trully Julian, ketua panitia.

Rahiman Albanjari selaku penanggung jawab kegiatan juga menambahkan misi utama dari Kemah Pengukuhan ini yakni, mengenalkan dan menanamkan semangat dari para tokoh besar nasional yang juga merupakan kader Hizbul Wathan. “Seperti kata mbah Dirman (Jendral Sudirman). Sungguh berat menjadi kader muhammadiyah, Ragu dan bimbang lebih baik pulang.”, tuturnya.

Rahiman berharap, para kader Hizbul wathan dari Ponpes Al Mujahidin dapat menjadi Pemimpin yang berkualiatas pada masa depan.

“Nilai-nilai ibadah tetap menjadi patokannya. Sebab, untuk menjadi pemimpin yang baik, hati dan akhlaknya dulu harus baik, ibadahnya harus baik dan disiplin”, tuturnya.

“Saya sangat senang mengikuti perkemahan ini. Disini saya benar-benar diajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab, bagaimana saya dan teman-teman itu harus kompak dan bersatu untuk sebuah kesuksesan bersama. Dan ingin harus lebih semangat lagi latihan HW. Pokoknya Kemah Tamu Pandu yesss…keren..mantap deh,” begitu kesan salah satu peserta.


Balikpapan - Jum’at (17/8), keluarga besar Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia.

"Kurang lebih 1100 orang yang hadir di lapangan utama pagi ini, yang terdiri dari santriwan dan santriwati beserta seluruh Dewan Guru dan karyawan pondok”, kata Ust. Solehan saat ditanya Tim Redaksi Mujoco.

Sebelum upacara dimulai, terlebih dahulu diawali dengan penampilan-penampilan dari Tim Acapella dan DKK Kepanduan Hizbul Wathan Pondok Pesantren Al Mujahidin.

Upacara kali ini dipimpin oleh Chairyl Mardana Sakti salahsatu Santri kelas 12 SMA Muhammadiyah 2 Al Mujahidin dan yang bertidak sebagai Inspektur Upacara adalah KH. Mas’ud Asyhadi, Lc. Beliau adalah Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al Mujahidin.

“Kalau orang Amerika dan negara lainnya yang bisa menjelajah ruang angkasa, maka santri-santri dan para alumni Al Mujahidin harusnya bisa ke ruang angkasa, dan itu harus. Jadi nanti tour pondok tidak lagi ke Tenggarong atau pulau Jawa tapi ke planet Mars”, pesan KH. Mas’ud Asyhadi, Lc pada saat memberikan amanat upacara.

Setelah Upacara usai, kegiatan dilanjutkan dengan banyak penampilan dari santriwan dan santriwati diantaranya: tari saman, atraksi pencak silat dan lain sebagainya.

“Kami merasa senang dan gembira di pondok pada HUT Indonesia yang ke-73 kali ini, karena acaranya seru banget banyak penampilan, lomba-lomba baik di asrama dan di sekolah. Kalau di asrama ada MPS Cup yaitu lomba Futsal antar asrama, ada juga lomba hias asrama. Kalau di sekolah juga banyak sekali lomba-lombanya yang nanti akan dilangsungkan setelah Upacara selesai.”, kata salah satu santri.

 


Pondok Pesantren Terpadu

Al-Mujahidin Balikpapan

Pengumuman Santri Baru Tahun 2018/2019

 

Tingkat Pendidikan

SMPM 3 Al-Mujahidin Balikpapan (Terakreditasi A)

SMAM 3 Al-Mujahidin Balikpapan (Terakreditasi A)

 

1. Santri baru masuk asrama pada tanggal 11 Juli 2018

2. Santri baru diharapkan membawa legalisir ijazah/skhu sementara

3. Khusus untuk santri baru SMA untuk mengisi formulir peminatan MIA/IIS yang ditandatangani santri dan orang tua santri dan dibawa pada saat masuk ke asrama. Formulir peminatan bisa didownload disini.

4. Santri baru diharapkan melunasi sisa pembayaran.


Pondok Pesantren Terpadu

Al-Mujahidin Balikpapan

Pendaftaran Santri Baru Tahun 2018/2019

 

Tingkat Pendidikan

SMPM 3 Al-Mujahidin Balikpapan (Terakreditasi A)

SMAM 3 Al-Mujahidin Balikpapan (Terakreditasi A)

 

Waktu Pendaftaran

Gelombang I

Pendaftaran    : 1-30 Maret 2018

Pengumuman : 1 April 2018

Daftar Ulang   : 3-16 April 2018

 

Gelombang II

Pendaftaran   : 17 April - 18 Mei 2018

Pengumuman : 20 Mei 2018

Daftar Ulang  : 22-31 Mei 2018

 

Syarat Pendaftaran

1. Mengisi formulir pendaftaran

2. Uang Pendaftaran Rp250.000,-

3. Pas Photo 3 x 4 sebanyak 2 lembar

4. Fotokopi Kartu Keluarga 2 lembar

5. Fotokopi KTP Orang Tua 2 lembar

6. Fotokopi Raport

    a. Fotokopi rapor SD/MI Kelas 4-5 dan kelas 6 semester 1 yang sudah dilegalisir 1 lembar untuk pendaftar SMP

    b. Fotokopi rapor SMP/MTs Kelas 7-8 dan kelas 9 semester 1 yang sudah dilegalisir 1 lembar untuk pendaftar SMA

 

Contact Person

Ibu Rohana : 08125860129

Bp. Saparianto : 082155846272

 

"Membentuk generasi Islam yang ungguk dalam Ketaqwaan, intelektualitas dan kemandirian"


Page 1 of 4

Rekening Pondok Al-Mujahidin

REK BRI No 0121-01-008053-50-6

an CHOSYI SOEN

Pengunjung

468149
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Semua
220
596
4597
12476
468149

Online (15 minutes ago):25
25 guests

Your IP:54.161.116.225

Alamat

Jl. Soekarno Hatta Km 10 Balikpapan

Email : mujahidin_bpp@yahoo.com

Social Media

           

Шаблоны Joomla 2015