Tuesday, September 25, 2018

Sekolah Darurat, Pendidikan Adalah Hak setiap Anak

Fitkha Maylana Rahayu, S. S, Relawan Muhammadiyah Kaltim sedang mengajar siswa kelas 6 

Dusun Karia, Lombok Timur -Semenjak terjadinya gempa yang menimpa Lombok timur 2 bulan yang lalu, Sekolah Dasar Islam Al Amanah NW yang terletak di Dusun Karia, Desa Sajang Kecamatan sembalun Lombok Timur mengalami kelumpuhan. Sekolah dasar yang memiliki sekitar 70 siswa tersebut sudah berdiri sejak tahun 2003. Sekolah darurat berdiri atas dasar keprihatinan salah satu tokoh masyarakat yang melihat terlalu banyak sarjana di Dusun Karia yang tidak tersalurkan keilmuan dan kemampuannya. Setelah proses yang cukup panjang, sekolah tersebut dapat berdiri dan beroperasi atas dasar swadaya masyarakat setempat. Hingga saat ini, sekolah diampu oleh 13 Guru dari berbagai bidang kelimuan.

 “Kelas, Papan tulis, Atk dan Peralatan Sekolah lainnya hancur akibat ketimpa bangunan. Ditambah lagi dengan traumatis yang mendalam pada Para guru dan Siswa, mengharuskan ketidakaktifan proses belajar mengajar hingga kurang lebih 1 bulan.” Tutur Amaq Syihabudin, Tokoh masyarakat Dusun Karia.

“Sebelum terjadi gempa, ada Mahasiswa KKN dari UMY jogjakarta yang di tempatkan di dusun ini. Kemudian ditengah perjalanan pengabdian mereka, terjadilah gempa itu yang berpusat disekitar sekitar dusun karia. Dengan sigap mahasiswa KKN membantu warga dengan membuat posko penanggulangan bencana yang bertempat di salahsatu rumah warga. Setelah mahasiswa ditarik, diluar dugaan posko tersebul dilanjutkan oleh MDMC. Sempat menjadi pertanyaan dikalangan warga, dari manakah MDMC? Kug begitu cepat merespon bencana yang terjadi? Dan dengan berjalannya waktu akhirnya warga mengetahui kalau MDMC merupakan bagian dari lembaga kebencanaan Muhammadiyah. Kami masyarakat sangat berterimakasih kepada relawan muhammadiyah atas seluruh bantuan. Karena sangat diluar dari harapan kami, yang harusnya pemerintah lokal yang langsung turun tangan, tetapi teman-teman muhammadiyah yang cepat merespon, yang bahkan datang dari luar daerah bahkan juga dari luar pulau. Di saat relawan sudah banyak menarik diri dari tugas mereka, ternyata Muhammadiyah secara silih berganti mengirimkan relawannya. Jadi kami sangat-sangat berterima kasih. saat ini Alhamdulillah sudah sekitar 1 bulan sekolah mulai aktif. meski demikian, proses belajar mengajar dilangsungkan di tenda darurat yang dibuat oleh Relawan Muhammadiyah. guru-guru yang hadirpun juga terjadwal bergantian, karena kondisi mereka belum stabil. dan untuk saat ini proses belajar mengajar banyak dibantu oleh relawan Muhammadiyah. Biasanya mulai masuk kelas pukul 7.30 Wita. diawali membaca surat yasin, surat-surat pendek dan berdoa. Kemudian mulai kegiatan belajar sampai sekitar jam 10.00 wita. Karena memang kondisinya masih dalam proses pemulihan.” Tambah beliau menjelaskan.

 "Saya salut sama anak-anak SDI Al-Amanah, walaupun sekolah mereka hanya di tenda sekolah darurat, dengan kondisi yg kurang kondusif seperti banyak debu tapi mereka tetap hadir setiap hari, datang tepat waktu, dan semangat belajar mereka luar biasa. Misalanya, walaupun beberapa dari mereka memiliki kemampuan berhitung, membaca dan menulis yg kurang, tapi mereka memiliki kemamuan untuk belajar, contoh simplenya saja dengan tidak malu bertanya. ” Tutur Dzati Yumni Shafwati, Relawan Muhammadiyah Kaltim.

“Kemampuan baca, tulis dan berhitung siswa masih minim. Menurut bu hidayah salah satu Guru SDI Al Amanah, hal tersebut salah satunya disebabkan karena kurangnya perhatian dan bimbingan orang tua dirumah. Kebanyakan orang tua siswa sibuk bekerja, sehingga tidak sempat mendampingi anak belajar, sehingga aktivitas belajar hanya terpusat saat waktu sekolah. Mungkin kedepannya, relawan harus menambah jam belajar berupa (bimbel) privat di kala sore hari, namun belajarnya dikemas secara ringan dan menyenangkan.” Tambah Rohadatul Aisy, Relawan Muhammadiyah Kaltim.

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Dalam kondisi apapun, harapan saya setiap anak bisa tetap belajar. Oleh karena itu, kami selaku relawan hadir di sini untuk membantu mewujudkan hal tersebut” tambah Pak Solihin, S. Si, selaku Relawan Muhammadiyah Kaltim.

 Suasana Belajar di kelas 4

 

Kondisi kelas yang hancur akibat gempa

 

Pengadaan tenda darurat untuk Paud

 

Solihin, S. Si, Relawan Muhammadiyah Kaltim sedang asik mengajar Paud

Rekening Pondok Al-Mujahidin

REK BRI No 0121-01-008053-50-6

an CHOSYI SOEN

Pengunjung

452516
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Semua
100
468
1028
9529
452516

Online (15 minutes ago):51
51 guests

Your IP:54.198.142.121

Alamat

Jl. Soekarno Hatta Km 10 Balikpapan

Email : mujahidin_bpp@yahoo.com

Social Media

           

Шаблоны Joomla 2015