Tuesday, April 23, 2019

Wicahyono, Pria kelahiran 02 Februari 1996 asal Kuaro ini merupakan salahsatu Alumni Santri Pondok Pesantren Al Mujahidin tahun 2016. Sebagai santri yang disiplin, wicahyono yang akrab dipanggil yono pernah menjabat sebagai Ketua OPPM (Organisasi Pelajar Putra Pondok Mujahidin). Setelah ditempa pendidikan pondok pesantren Al-Mujahidin selama 6 tahun, wicahyono yang juga seorang Atlet Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah melanjutkan perjuangannya dengan mengabdi di Pondok Pesantren Al-Mujahidin selama kurang lebih 1 tahun, sebelum memulai kariernya di TNI AD pada tahun 2017.

Setelah menempuh pendidikan selama 6 bulan di Rindam VI Mulawarman landasan ulin banjarbaru Kalimantan selatan, wicahyono akhirnya lulus sebagai Prajurit TNI AD dengan pangkat Prajurit Dua (Prada) dengan Peringkat 10 besar.

Wicahyono melanjutkan pendidikannnya di Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub) TNI AD Cimahi Jawa Barat kurang lebih 3 bulan dan kembali melanjutkan pendidikan Pasukan Khusus yaitu Komando Strategis Angkatan Darat di (KOSTRAD) Cakra V kurang lebih 1 tahun pada 2018, dan Akhirnya kini Wicahyono bertugas di  Satuan Hubkostrad Bogor Jawa Barat.

Wicahyono menyampaikan bahwa dia sangat bersyukur dengan ilmu dan didikan yang ia dapatkan di Pondok Pesantren Al-Mujahidin, karenanya sangat bermanfaat baik dalam kehidupan maupun pada kariernya sebagai TNI.

“Berkat pendidikan dan pengajaran dari Pondok, walaupun sebagai Prajurit yang pangkatnya tidak tinggi ,tapi saya bangga ilmu saya pada saat di luar terpakai. Karena disiplin, bersikap tegas banyak wawasan dan jiwa kepemimpinan kita sudah timbul pada waktu sebelum masuk TNI setelah itu ajaran Agama yang melekat di dalam hati tidak tergoyahkan apabila dapat cobaan, Jadi sangat bermanfaat sekali.” Jelas Wicahyono kepada Tim Redaksi (“/ar)

 


 

 

Jum'at, (8/3/2019) Kamaba (Keluarga Besar Alumni Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan) Chapter Yogyakarta - Jawa Tengah kembali dengan rutinitas Program Jum'at berkahnya yaitu Pemadam Kelaparan.

Program Pemadam Kelaparan merupakan kegiatan membagikan 50 - 100 nasi bungkus untuk orang dhuafa di sekitar daerah kota Yogyakarta yang diselenggarakan rutin  setiap 2 pekan. banyak alasan dan pertimbangan dilaksankaannya program ini . Yang jelas esensi dari program ini adalah wujud nyata dalam berbagi terhadap sesama.

Pagi ini, Program Pemadam Kelaparan diselenggarakan di depan Pos Indonesia, 0 Kilo meter Daerah Istimewa Yogyakarta. ditengah kesibukkan mereka sebagai mahasiswa, program ini diharapkan dapat menjadi wadah berbagi kepedulian. 

"Pagi hari merupakan waktu dimana setiap orang membutuhkan makanan, terlebih bagi masyarakat kita yang kurang mampu, semoga dari sebungkus nasi ini akan memberi manfaat bukan hanya sebagai obat bagi rasa lapar, tapi lebih dari itu adalah sumber energi untuk mencari pundi-pundi nafkah untuk keluarganya mereka" Jelas Indra Selaku Ketua KAMABA DIY - Jogyakarta.

Indra juga menambahkan bahwa Program Pemadam Kelaparan juga menjadi wadah untuk siapa saja yang ingin berinfaq sebagai investasi kebaikan seperti yang Allah sampaikan dalam Firman-Nya: "Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan". (QS Al-Baqarah:245)

"Kalo aku sih ya bagus banget program kayak pemadaman kelaparan ini, selain kita bisa membantu sesama kita juga sadar dan lebih bersyukur ternyata masih banyak orang diluar sana yg masih belum beruntung dari kita. Selain itu sih juga bisa jd ladang amal karna bisa memuliakan sesama muslim." Tambah Himma Zakiyah, Angkatan 2016.

"Pemadam kelaparan bagiku adalah sebuah cara untuk bersyukur atas segala nikmat yg telah Allah berikan kepada ku (khususnya) dan kepada alam semesta. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai salah satu wujud terimakasih kepada kota Jogja dan masyarakatnya yg telah menjadi tempat yg nyaman untuk ditinggali. Semoga di Jogja tidak hanya mencari, tapi juga bisa berbagi." Tambah Sucimuqo, Angkatan 2014.

Muhammad Rizki R. yang merupakan bagian dari inisiator awal program juga ikut memberikan pandangan, "Kegiatan yang bagus, menjaga hati dan akal tetap sehat. dan tentunya Pemadam Kelaparan diharapkan bisa menjadi tempat yang tepat untuk terus bisa berbagi, saling peduli kepada sesama. Nilai kebersamaan dan kepedulian harus tetap berlanjut, Dari sana kita juga berinteraksi dengan banyak warga Jogja. Tak jarang kami mendapatkan senyum sapa, Do'a untuk kesuksesan bahkan cerita inspiratif yang membuat kami merasa nyaman dalam kegiatan ini. Tak salah kenapa kota ini bisa disebut Istimewa" Jelasnya kepada Tim Redaksi ("/ar)

 

Dokumentasi Kegiatan

 

 

Cek Dokumentasi Kegiatan lainnya

@kamabajgj (IG)

 

 


Balikpapan - Kamis (7/3/2019) merupakan hari ke-7 setelah dibukanya pendaftaran gelombang 1 Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan. Sejauh ini, Alhamdulillah sudah tercatat 209 Pendaftar dengan rincian: 131 Pendaftar tingkat SMP dan 78 Pendaftar tingkat SMA.

Pendaftar yang datang tidak hanya dari dalam kota, tapi juga banyak yang datang dari luar kota. Farel Mei Akbar salahsatunya, Farel merupakan pendaftar yang berasal dari Muara Wahau. Pada saat wawancara bersama Tim Redaksi, Farel menyampaikan bahwa dia berangkat bersama keluargannya sehari sebelum dibukanya pendaftaran.

“nama saya Farel Mei Akbar, saya berasal dari Muara Wahau. Saya berangkat diantar oleh keluarga dan menginap di samarinda. Saya punya bercita-cita untuk menjadi polisi, dan saya ingin masuk Pondok dulu agar nantinya menjadi Polisi yang berakhlak dan memiliki pemahaman Agama Islam yang baik”. Jelas Farel

Ustadzah Hayun Nur Diniyah selaku Tim Penguji juga menambahkan, bahwa kebanyakan Pendaftar saat di wawancara ingin masuk pondok atas kemauan sendiri dan didukung oleh keluarga.

“Alhamdulillah kebanyakan pendaftar menyampaikan saaat wawancara ingin masuk pondok atas kemauan sendiri dan didukung oleh keluarga. Pada ujian Al-Qur’an juga  kebanyakan Pendaftar sudah lumayan bacaannya, dan tentu ada beberapa yang masih terbata-bata”. Jelas beliau. (“/ar)

 

Farel Mei Akbar Pendaftar asal Muara Wahau saat menjalani Ujian Al-Qur'an 

 Suasana di Lobi Pendaftaran

 

 


Balikpapan- Ahad (3/03/2019) Hizbul Wathan Qobilah Muhammad Al-Fatih SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin mengirimkan Perwakilan dari Pasukan khususnya (AKRAJA) untuk ikut serta dalam Lomba Gerak Jalan Variasi Indah (LGJVI) yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Gugus Dharma Balikpapan (GDB) dalam rangka memeriahkan HUT ke-122 Kota Balikpapan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Tenis Indoor Balikpapan tersebut, setidaknya diikuti kurang lebih 22 Sekolah pada tingkat SMA/SMK se-Balikpapan. Dan dari 22 sekolah yang berlaga, Pasukan Khusus (AKRAJA) Hizbul Wathan Qobilah Muhammad Al-Fatih SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin berhasil raih Juara 3, sedang Juara 1 dan 2 direbut oleh Paskas SMA Negeri 2 Balikpapan.

“mewakili perasaan teman-teman yang lainnya, kami yang dengan persiapan kurang lebih 1 minggu dan mendapatkan Juara 3 itu Alhamdulillah, karena ini merupakan pembelajaran dan langkah dalam mensyi’arkan Hizbul Wathan di kalangan Gerakan Pramuka Balikpapan. Pesan saya untuk teman-teman Hizbul Wathan di luar sana tetap semangat, yakin kita bisa Syi’arkan Hizbul Wathan kita hingga pada kancah Internasional jika kita bersungguh-sunggu untuk itu, kemudian kebersaaan jangan sampai runtuh sampai kapanpun, selalu bersama dan hadapi masalah bersama-sama” Tutur Naufal Febrian selaku Ketua Pasukan.

“Merasa bangga dengan anak-anak yang semangat dan giat dalam perlombaan ini, walau hanya persiapan kurang lebih seminggu. Juga dengan event perlombaan ini, Kita yang berlatar belakang santri Pondok Pesantren membuktikan juga bisa turut aktif dalam kancah perlombaan umum. Dan ini langkah dalam mensyi’arkan Hizbul Wathan pada kalangan umum di Balikpapan" Tambah Ramanda Dzulkifli selaku Pelatih.

Adapun Anggota Pasukan Khusus (AKRAJA) Hizbul Wathan Qobilah Muhammad Al-Fatih SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin yang dikirim mengikuti Lomba tersebut antara lain: Najihus Salam, Naufal Febrian(Ketua), Mursyidan Afdlola, Eka Rizki Kurniawan, Ade Syharil, Faiqur Rijal, Rengga Gading Umri Pratama, Jihad Pagar Alam, Firhan Rafif dan Muhammad Al-Ayyubi. ("/ar)

Foto bersama Jajaran Pelatih Hizbul Wathan Qobilah Muhammad Al-Fatih SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin


Kamis (28/02/2019) menjelang sehari sebelum dibuka pendaftaran gelombang 1 Pondok Pesantren Al-Mujahidin Balikpapan, sudah mulai terlihat keramaian di kawasan Pondok Pesantren Al-Mujahidin oleh para tamu yang datang untuk meninjau keadaan pondok baik pada kawasan asrama, sekolah dan lingkungan pondok lainnya.

Ust. Sudir selaku ketua Panitia Pendaftaran menyampaikan juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya terkait yang dibutuhkan dalam proses pendaftaran.

 "Alhamdulillah persiapan untuk esok hari sudah kami persiapkan, baik dari tempat maupun dokumen-dokumen yang di butuhkan untuk pendaftaran. untuk gelombang 1 kami buka mulai tanggal 1 sampai 30 maret 2019, dan gelombang 2 nanti dibuka pada tanggal 17 April sampai 18 Mei 2019. tahun ini pendaftaran juga akan kita mulai ada tesnya sebagai penentu masuk tidaknya calon santri atau pendaftar. untuk pengumuman hasil tes gelombang 1 pada tanggal 1 April 2019, dan pengumuman hasil tes gelombang 2 pada tanggal 20 mei 2019. kami berharap pendaftaran pondok pesantren Al mujahidin balikpapan pada tahun ini bisa berjalan dengan baik dan sukses. Aamiin" Jelas Ust. Sudir

sedangkan untuk di luar kota, ada 2 tempat perwakilan untuk Tes , antaralain:

 1. Perwakilan Sangatta

Tempat : SD  Muhammadiyah  Sangatta  Utara

Gelombang I :

  23-24 Maret

 Gelombang II :

 11-12 Mei 

 2. Perwakilan Tarakan

 Tempat : SD Muhammadiyah 2 

Gelombang I :

23-24 Maret

 Gelombang II :

 11-12 Mei

Pengumuman hasil Tes untuk di 2 tempat perwakilan tersebut bersamaan pada waktu yang sudah di jadwalkan.


BALIKPAPAN – SMA Muhammadiyah 2 AL-Mujahidin  pada Rabu (20/2/2019) lalu, mengirimkan 2 Tim unggulannya untuk mengikuti Ajang tahunan lomba Cerdas Cermat 4 Pilar ( Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika ) yang dilaksanakan selama satu hari di SMA Negeri 2 Balikpapan. lomba kali ini diikuti oleh 13 tim dari 12 Sekolah Menengah/Kejuruan se-Balikpapan dan masing-masing tim terdiri dari 10 anggota. Lomba LCC 4 Pilar ini terdiri dari dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final. untuk tiap babak dalam cerdas cermat ini terdiri dari tiga sesi yaitu; tematik , benar/salah , dan One By One (OBO). dari 2 tim  LCC 4 pilar yang dikirim SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin , sukses berlaga hingga ke babak final dan akhirnya berhasil meraih piala Juara 1 dan 2, sedangkan juara 3 diraih oleh SMA Negeri 7 Balikpapan.

Adapun Santri dan santriwati yang mewakili SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin yaitu, Regu A:  Arief Setiadi, Nurvitriani, Anysah Tatsbita, Rizqi Khoirul Hakim Sholihin, Putri Qonita Arif, Maulida, Rayhan Kurnia Danuarta, Shahibatun Nadiyah, Noni Khaisha Putri, dan Nuranita.  Adapun Regu B: Ulfa Slsabilah, Nasywa Nadhifa Qonita Putri, Yusuf Andrean, Khoirul Erfanudin, Nabilah Naurah Nurdin, Raisah, Nanda Azhari Kurnia, Nur Azizah, Muhammad Ghozi Al-Ghifari Sholihudin, dan Rahmad Maulana Aditia.

“Alhamdulillah, Kami bisa melanjutkan sebagai juara bertahan untuk mewakili Balikpapan dalam tingkat Provinsi. Harapannya untuk tahun ini dapat lolos ditingkat Provinsi dan lanjut ketingkat nasional, Amin" Ujar Maulida.

"Alhamdulillah, kami bersyukur bisa mendapatkan hasil sesuai dengan usaha kami selama proses latihan. perjuangan tentunya belum berakhir sampai di sini karena anak-anak masih harus mempersiapkan untuk tingkat Provinsi, yang in shaa Allah dilaksanakan pada bulan mei mendatang. mohon juga Do'a dan dukungan dari warga sekolah dan pondok agar tim LCC 4 Pilar bisa mendapatkan hasil yang terbaik di tingkat Provinsi nanti. ingat diatas langit masih ada langit, perjuangan kami belum berakhir sampai di sini, dan satu kata untuk LCC 4 Pilar yaitu OPTIMIS. Fastabiqul Khairat" Tambah Ust. Agus Mujahidin selaku salahsatu Guru Pembimbing TiM LCC 4 Pilar SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin. ("/ar)

 foto bersama Tim LCC 4 Pilar SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin bersama Guru Pembimbing

 Foto bersama TIM LCC 4 Pilar SMA Muhammadiyah 2 Al-Mujahidin bersama Guru Pembimbing


Balikpapan - Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor secara khusus menyempatkan diri menghadiri peresmian Bank Wakaf Mikro di Balikpapan. Bank Wakaf Mikro bernama Taawun Mitra Ummat merupakan bank pertama di Kaltim yang dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mujahidin Balikpapan.

Gubernur Isran Noor sangat menyambut baik atas pembentukkan lembaga keuangan di Ponpes seperti yang dilakukan OJK saat ini. Langkah ini menurutnya, sangat strategis dalam upaya memberikan kemudahan masyarakat termasuk santri-santri Ponpes mengakses keuangan. “Saya sangat berharap OJK terus membentuk dan mengembangkan lembaga keuangan ini. Intinya, ekonomi rakyat harus terangkat,” katanya, Jumat (1/2)

 

Ditegaskannya, kalau ingin taraf hidup dan kesejahteraan rakyat terwujud maka hidupkan dan gerakkan serta berdayakan ekonomi mereka dengan mengoptimalkan potensi yang ada. “Kalau ekonomi mereka terangkat maka otomatis kemiskinan dan pengangguran bisa teratasi bahkan kita hapuskan,” jelas Isran.

 

Sementara itu Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengungkapkan OJK terus berupaya untuk meningkatkan inklusi keuangan untuk masyarakat kecil. “Salah satu upaya kami dengan mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) bermerek Bank Wakaf Mikro,” ujarnya. Ditambahkannya, inisiasi tersebut dilaksanakan OJK bersama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS). “Selain itu, regulator lembaga keuangan ini akan memperluas akses keuangan masyarakat di tingkat mikro,” ungkapnya.

Peresmian dihadiri Ketua OJK Kaltim Dwi Ariyanto, Wakil Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud dan pimpinan Pondok Pesantren Al Mujahidin Balikpapan H Rusdiman serta para pendiri dan santri Ponpes. (niaga.asia/humasprov Kaltim)


Pondok Pesantren Terpadu

Al-Mujahidin Balikpapan

Pendaftaran Santri Baru Tahun 2019/2020

 

Tingkat Pendidikan

SMPM 3 Al-Mujahidin Balikpapan (Terakreditasi A)

SMAM 3 Al-Mujahidin Balikpapan (Terakreditasi A)

 

Waktu Pendaftaran

Gelombang I

Pendaftaran    : 1-30 Maret 2019

Tes                : 1-30 Maret 2019

Pengumuman : 1 April 2019

Daftar Ulang   : 3-16 April 2019

 

Gelombang II

Pendaftaran   : 17 April - 18 Mei 2019

Tes               : 17 April - 18 Mei 2019

Pengumuman : 20 Mei 2019

Daftar Ulang  : 22-31 Mei 2019

 

Syarat Pendaftaran

A. Masuk SMPM3 Al-Mujahidin

1. Mengisi formulir pendaftaran

2. Uang Pendaftaran Rp250.000,-

3. Pas Photo 3 x 4 sebanyak 2 lembar

4. Fotokopi Kartu Keluarga 2 lembar

5. Fotokopi KTP Orang Tua 2 lembar

6. Tes

a. Lisan (Baca Al-Qur'an)

b. Wawancara

c. Tertulis (Matematika, IPA, IPS)

 

B. Masuk SMAM2 Al-Mujahidin

1. Mengisi formulir pendaftaran

2. Uang Pendaftaran Rp250.000,-

3. Pas Photo 3 x 4 sebanyak 2 lembar

4. Fotokopi Kartu Keluarga 2 lembar

5. Fotokopi KTP Orang Tua 2 lembar

6. Tes

a. Lisan (Baca Al-Qur'an)

b. Wawancara

c. Tertulis (Matematika, IPA Terpadu, IPS Terpadu)

 

Tempat Pendaftaran

  • Pondok Pesantren Terpadu Al-Mujahidin

Jalan Soekarno Hatta Km.10 Karang Joang Kec. Balikpapan Utara Kota Balikpapan Prop. Kalimantan Timur Kodepos: 76127

  • Online (Dibuka mulai Tanggal 1 Maret 2019)

https://www.mujahidinbalikpapan.ponpes.id

 

Tempat Tes

  • Pondok Pesantren Terpadu Al-Mujahidin

Jalan Soekarno Hatta Km.10 Karang Joang Kec. Balikpapan Utara Kota Balikpapan Prop. Kalimantan Timur Kodepos: 76127

  • Perwakilan

a. Tarakan

Tempat         : SD Muhammadiyah 2 Tarakan

Gelombang 1 : 23-24 Maret 2019

Gelombang 2 : 11-12 Mei 2019

b. Sangatta

Tempat         : SD Muhammadiyah Sangatta Utara

Gelombang 1 : 23-24 Maret 2019

Gelombang 2 : 11-12 Mei 2019

Contact Person

Ibu Rohana : 08125860129

Bp. Saparianto : 082155846272

 

"Membentuk generasi Islam yang ungguk dalam Ketaqwaan, intelektualitas dan kemandirian"


Fitkha Maylana Rahayu, S. S, Relawan Muhammadiyah Kaltim sedang mengajar siswa kelas 6 

Dusun Karia, Lombok Timur -Semenjak terjadinya gempa yang menimpa Lombok timur 2 bulan yang lalu, Sekolah Dasar Islam Al Amanah NW yang terletak di Dusun Karia, Desa Sajang Kecamatan sembalun Lombok Timur mengalami kelumpuhan. Sekolah dasar yang memiliki sekitar 70 siswa tersebut sudah berdiri sejak tahun 2003. Sekolah darurat berdiri atas dasar keprihatinan salah satu tokoh masyarakat yang melihat terlalu banyak sarjana di Dusun Karia yang tidak tersalurkan keilmuan dan kemampuannya. Setelah proses yang cukup panjang, sekolah tersebut dapat berdiri dan beroperasi atas dasar swadaya masyarakat setempat. Hingga saat ini, sekolah diampu oleh 13 Guru dari berbagai bidang kelimuan.

 “Kelas, Papan tulis, Atk dan Peralatan Sekolah lainnya hancur akibat ketimpa bangunan. Ditambah lagi dengan traumatis yang mendalam pada Para guru dan Siswa, mengharuskan ketidakaktifan proses belajar mengajar hingga kurang lebih 1 bulan.” Tutur Amaq Syihabudin, Tokoh masyarakat Dusun Karia.

“Sebelum terjadi gempa, ada Mahasiswa KKN dari UMY jogjakarta yang di tempatkan di dusun ini. Kemudian ditengah perjalanan pengabdian mereka, terjadilah gempa itu yang berpusat disekitar sekitar dusun karia. Dengan sigap mahasiswa KKN membantu warga dengan membuat posko penanggulangan bencana yang bertempat di salahsatu rumah warga. Setelah mahasiswa ditarik, diluar dugaan posko tersebul dilanjutkan oleh MDMC. Sempat menjadi pertanyaan dikalangan warga, dari manakah MDMC? Kug begitu cepat merespon bencana yang terjadi? Dan dengan berjalannya waktu akhirnya warga mengetahui kalau MDMC merupakan bagian dari lembaga kebencanaan Muhammadiyah. Kami masyarakat sangat berterimakasih kepada relawan muhammadiyah atas seluruh bantuan. Karena sangat diluar dari harapan kami, yang harusnya pemerintah lokal yang langsung turun tangan, tetapi teman-teman muhammadiyah yang cepat merespon, yang bahkan datang dari luar daerah bahkan juga dari luar pulau. Di saat relawan sudah banyak menarik diri dari tugas mereka, ternyata Muhammadiyah secara silih berganti mengirimkan relawannya. Jadi kami sangat-sangat berterima kasih. saat ini Alhamdulillah sudah sekitar 1 bulan sekolah mulai aktif. meski demikian, proses belajar mengajar dilangsungkan di tenda darurat yang dibuat oleh Relawan Muhammadiyah. guru-guru yang hadirpun juga terjadwal bergantian, karena kondisi mereka belum stabil. dan untuk saat ini proses belajar mengajar banyak dibantu oleh relawan Muhammadiyah. Biasanya mulai masuk kelas pukul 7.30 Wita. diawali membaca surat yasin, surat-surat pendek dan berdoa. Kemudian mulai kegiatan belajar sampai sekitar jam 10.00 wita. Karena memang kondisinya masih dalam proses pemulihan.” Tambah beliau menjelaskan.

 "Saya salut sama anak-anak SDI Al-Amanah, walaupun sekolah mereka hanya di tenda sekolah darurat, dengan kondisi yg kurang kondusif seperti banyak debu tapi mereka tetap hadir setiap hari, datang tepat waktu, dan semangat belajar mereka luar biasa. Misalanya, walaupun beberapa dari mereka memiliki kemampuan berhitung, membaca dan menulis yg kurang, tapi mereka memiliki kemamuan untuk belajar, contoh simplenya saja dengan tidak malu bertanya. ” Tutur Dzati Yumni Shafwati, Relawan Muhammadiyah Kaltim.

“Kemampuan baca, tulis dan berhitung siswa masih minim. Menurut bu hidayah salah satu Guru SDI Al Amanah, hal tersebut salah satunya disebabkan karena kurangnya perhatian dan bimbingan orang tua dirumah. Kebanyakan orang tua siswa sibuk bekerja, sehingga tidak sempat mendampingi anak belajar, sehingga aktivitas belajar hanya terpusat saat waktu sekolah. Mungkin kedepannya, relawan harus menambah jam belajar berupa (bimbel) privat di kala sore hari, namun belajarnya dikemas secara ringan dan menyenangkan.” Tambah Rohadatul Aisy, Relawan Muhammadiyah Kaltim.

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Dalam kondisi apapun, harapan saya setiap anak bisa tetap belajar. Oleh karena itu, kami selaku relawan hadir di sini untuk membantu mewujudkan hal tersebut” tambah Pak Solihin, S. Si, selaku Relawan Muhammadiyah Kaltim.

 Suasana Belajar di kelas 4

 

Kondisi kelas yang hancur akibat gempa

 

Pengadaan tenda darurat untuk Paud

 

Solihin, S. Si, Relawan Muhammadiyah Kaltim sedang asik mengajar Paud


 Tim Psikososial Relawan Muhammadiyah Kaltim saat Berbincang dengan salahsatu warga

Dusun Karia, Lombok Timur - Sore hari yang lalu (11/9/2018), Relawan Muhammadiyah Kalimantan Timur melakukan perbincangan ringan dengan beberapa warga di Dusun Karia, Desa Sajang, Kecamatan Sembalun terkait dampak gempa yang terjadi selama kurang lebih 2 bulan terakhir. Beberapa warga mengatakan bahwa, bencana tersebut sangat berpengaruh terhadap perubahan aspek kehidupan dusun karia, yakni mencakup aspek psikis, sosial pendidikan dan ekonomi.

 

Dzati Yumni Syafwati, S. Psi selaku penanggung jawab Divisi Psikososial menjelaskan hasil perbincangannya bersama tim dengan masyarakat terkait dampak Gempa tersebut Pertama, bencana yang menimbulkan traumatis yang mendalam pada masyarakat, yakni gejala kecemasan yang di timbulkan seperti tidak tenang saat tidur di malam hari mulai mereda. Karena gempa susulan sering terjadi, sehingga membuat masyarakat mulai terbiasa. Ditambah lagi dengan adanya Program Psikososial dari Relawan MDMC, anak-anak sudah kembali riang dan bersemangat dalam bermain maupun belajar. Kedua, gempa bumi mengakibatkan runtuhnya berbagai bangunan fisik termasuk fasilitas pendidikan di daerah setempat. Gedung-gedung sekolah tak lagi memungkinkan untuk digunakan, sehingga media belajar mengajar harus dialihkan dalam sekolah darurat . selain itu, minimnya tenaga pengajar dan guru tidak hadir setiap hari sesuai jam kerja dan fasilitas yang kurang memadai pada sekolah darurat. Hal ini akhirnya mendorong para relawan untuk ikut serta aktif membantu mengajar dengan Program Sekolah Ceria. Ketiga, beberapa warga menyatakan dampak ekonomi dari gempa bumi adalah melumpuhkan salah satu sektor pertanian, juga Perdagangan. Pak Masayu salahsatunya, Pak masayu merupakan pedagang Bakso yang ternama di lendang Luar yang sudah memulai menjual bakso pada tahun 92 an.

“Semenjak Gempa Penjualan Bakso kamipun juga ikut menurun, yang biasanya per hari 15 sampai 20 kg daging, sekang hanya 4 sampai 5 kg saja. Toko-toko lainnya juga begitu mas, apalagi kalau malam hari banyak toko dan warung pada tutup, padahal biasanya buka.” Jelas beliau.

Beberapa penduduk juga menyampaikan bahwa untuk saat ini, kebutuhan yang penting yang harus didahulukan adalah memenuhi kebutuhan rohani, seperti dzikir rutin setiap setelah magrib dan tenaga pengajar TPA untuk mengaji atau juga bisa diadakan kajian-kajian islam agar masyarakat bisa mendapatkan pencerahan juga ketenangan hati. Kemudian yang tidak kalah penting juga adalah masalah air, toilet umum dan huntara untuk warga lansia juga warga yang memiliki anak bayi kecil.

“saat itu saya lagi nonton terus pas terjadi gempa saya teriak lari keluar, saya nangis ketakutan. Saya gak berani masuk sekolah karena takut gempa. Kira-kita satu bulan lebih kami tidak masuk sekolah. Sekolah kami juga runtuh. nah semenjak relawan MDMC ada, mereka yang selalu memberi motivasi, ngajak main, ngajak belajar, dan kami semua merasa senang dan kami juga sudah terbiasa dengan gempa susulan.” tutur Nensi anak berumur 9 tahun Kelas 4 SDI Karia saat bercerita tentang kejadian.

“kalau saya sih nggak mau lagi ada gempa, karena banyak rumah yang hancur. Kami juga tidak bisa belajar ke sekolah dengan baik seperti biasanya. Saat ini saya sudah mulai terbiasa kalau ada gempa.” Tambah Nita anak berumur 9 tahun kelas 4 SDI Karia.

“Sampai saat ini masih sering terjadi gempa susulan. Kadang subuh, kadang juga pagi tapi kecil, kadang juga sore dan malam. Karena kami sudah terbiasa, jadi tidak takut lagi” kata Rendi Martino Pradana anak berumur 12 tahun kelas 6 SDI Karia.


Page 1 of 4

Rekening Pondok Al-Mujahidin

REK BRI No 0121-01-008053-50-6

an CHOSYI SOEN

Pengunjung

590940
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Semua
375
790
1932
19827
590940

Online (15 minutes ago):21
21 guests

Your IP:3.80.128.196

Alamat

Jl. Soekarno Hatta Km 10 Balikpapan

Email : mujahidin_bpp@yahoo.com

Social Media

           

Шаблоны Joomla 2015